TUGAS MANDIRI 6-STATISTIKA INDUSTRI KAMPUS MILENIAL ITBI
Nama: christin
Jurusan:teknik industri S1
Kelas:malam
1. BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Probabilitas atau peluang adalah cara untuk mengungkapkan pengetahuan atau kepercayaan bahwa suatu kejadian akan berlaku atau telah terjadi. Konsep ini telah dirumuskan dengan lebih ketat dalam matematika, dan kemudian digunakan secara lebih luas tidak hanya dalam matematika atau statistika, tetapi juga keuangan, sains dan filsafat.
Sekarang ini, kurikulum operasional
yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan
dengan mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh dosen dan peserta didik, salah satu materi yang diberikan adalah probabilitas. Menurut Soedibjo (2005) peluang adalah suatu cara untuk menyatakan kesempatan terjadinya peristiwa.
Saat belajar matematika, kesalahan mempelajari suatu konsep terdahulu akan berpengaruh terhadap pemahaman konsep berikutnya karena matematika merupakan pelajaran yang terstruktur. Hudojo (2005:3) menyatakan bahwa matematika berkenaan dengan ide-ide atau konsep-konsep abstrak yang terstruktur secara hirarkis dan penalaranya deduktif.Begitu juga pada materi peluang. Konsep materi pada peluang pada awalnya di perkenalkan di tingkat SMP/MTS, dan kemudian konsep
selanjutnya diajarkan pada tingkat SMA/MA. Dengan adanya konsep baru
yang diajarakan, siswa seringkali melakukan kesalahan dalam
mengerjakan soal dengan konsep yang belum pernah diterima pada jenjang sebelumnya tersebut. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bidang studi matematika yang dilakukan peneliti, didapatkan informasi bahwa banyak mahasiswa semester IV mendapatkan nilai kurang memuaskan dalam materi
probabilitas yang diajarkan. Hal ini dikarenakan para mahasiswa
kebingungan dalam membedakan menggunakan rumus antara permutasi
dan kombinasi.
Menurut Budiyono (2008: 42) jenis-jenis kesalahan umum yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika antara lain kesalahan konsep, kesalahan menggunakan data, kesalahan intepretasi bahasa, kesalahan teknis,dan kesalahan penarikan kesimpulan. Rendahnya kemampuan matematika dapat dilihat dari penguasaan siswa terhadap materi. Salah satunya adalah siswa kesulitan untuk menyelesaikan masalah matematika pada soal cerita materi peluang. Siswa kesulitan dalam
memahami soal, membuat model matematika, melakukan komputasi dan
menarik kesimpulan (Indra, 2011:4).
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ulifa (2014) didapatkan bahwa siswa melakukan lima macam kesalahan antara lain kesalahan dalam menafsirkan konsep materi terkait, kesalahan dalam memahami dan mencermati perintah soal, kesalahan karena tidak melanjutkan proses penyelesaian, kesalahan dalam menyelesaikan soal, dan kesalahan siswa yang tidak bisa membagi waktu dalam menyelesaikan soal. Selanjutnya, Sahriah, dkk (2012) menyatakan bahwa siswa
melakukan kesalahan konseptual dan prosedural. Kesalahan konseptual
yang berupa kesalahan tidak menyamakan penyebut, kesalahan konsep perkalian silang, kesalahan tidak memfaktorkan, siswa salah menafsirkan prinsip pencoretan. Kesalahan prosedural yang dilakukan siswa adalah berupa kesalahan tidak menuliskan variabel, kesalahan penjumlahan atau kesalalahan perkalian atau keasalan pembagian, kesalahan tidak
menyederhanakan, kesalahan tidak menjawab soal, kesalahan menuliskan
tanda dan kesalahan memfaktorkan
Hasil Penelitian Komarudin (2016) menganalisis tentang kesulitan siswa dalam proses pemecahan masalah matematika pada materi peluang
berdasarkan high order thinking dan pemberian scaffolding. Berdasarkan
analisis, kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan soal.
pemecahan masalah matematika materi peluang berdasarkan langkah Polya dihasilkan dalam proses memahami masalah sebesar 100%,menyusun rencana 81%, melaksanakan rencana 81% dan memeriksa kembali solusi sebesar 100%. Tipe kesalahan yang paling sering dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan soal pemecahan masalah matematika
materi peluang antara lain, dalam proses memahami masalah yaitu kesalahan dalam menentukan apa yang diketahui dan ditanyakan, dalam proses menyusun rencana yaitu tidak menuliskan langkah-langkah yang digunakan dalam menyelesaikan masalah serta siswa menuliskan langkah yang digunakan dalam menyelesaikan masalah tetapi tidak sesuai dengan permasalahan, kesalahan dalam melaksanakan rencana yaitu tidak
menuliskan rumus yang digunakan, kesalahan dalam menentukan
kesimpulan yaitu tidak menuliskan kesimpulan yang diberikan, kesalahan
dalam memeriksa kembali solusi yaitu tidak melakukan perhitungan ketika
memeriksa kembali solusi. Hasil Penelitian Muhamad Porwanto (2014)
tentang kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika bentuk soal cerita materi peluang. Siswa mengalami beberapa kesalahan yaitu
kesalahan konsep, kesalahan prinsip dan kesalahan operasi siswa menyelesaikan soal cerita materi peluang.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan masih banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal probabilitas. Berdasarkan hasil wawancara dengan dosen program studi probabiitas kesalahan yang banyak dilakukan mahasiswa karena mahasiswa kurang teliti dalam mengerjakan soal cerita materi probabilitas, kurangnya pemahaman
konsep probabilitas, dan kesalahan dalam menggunakan rumus.
Berdasarkan uraian dari beberapa penelitian di atas, terdapat kesamaan kesalahan yaitu salah memahami konsep tentang materi terkait dan pengaplikasiannya dalam latihan soal. Contoh Dari latar belakang tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Analisis Kesalahan dalam Menyelesaikan Soal Cerita Materi Probabilitas pada Mahasiswa Semester IV Pendidikan Matematika Universitas
Muhammadiyah Surakarta”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dari penelitian
ini adalah :
a. Bagaimana kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal cerita
materi peluang?
b. Faktor apa yang menyebabkan mahasiswa melakukan kesalahan dalam
mengerjakan soal cerita materi peluang?
C. Tujuan Penelitian
a. Mendeskripsikan kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal
cerita materi peluang.
b. Mendeskripsikan faktor-faktor penyebab mahasiswa melakukan
kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita materi peluang.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah :
a. Bagi Peserta Didik
1) Memotivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran
matematika
2) Peserta didik dapat mengetahui kemampuan diri sendiri dalam
mempelajari materi peluang.
3) Mengasah kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal-
soal yan berhubungan dengan materi peluang.
b. Bagi Dosen
1) Dosen mengetahui tingkat kemampuan mahasiswa dalam
mempelajari materi peluang.
2) Dosen dapat mengetahui kesalahan mahasiswa dalam
menyelesaikan soal-soal peluang.
3) Dosen dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam
menyelesaikan soal-soal peluang.
c. Bagi Peneliti
1) Peneliti mampu mengetahui penguasaan materi peluang pada
mahasiswa smester IV Universitas Muhammadiyah Surakarta.
2) Peneliti mampu mengetahui kemampuan mahasiswa dalam
menyelesaikan soal-soal peluang pada semester IV.
3) Peneliti mampu mengetahui jenis-jenis kesalahan mahasiswa
dalam menyelesaikan soal-soal tentang peluan
Komentar
Posting Komentar